Perlu Bergabung dengan Asuransi Unit-Link? Maju Pertama Dari Pengalaman

by -6 Views

Perlu Bergabung dengan Asuransi Unit-Link? Maju Pertama Dari Pengalamanzonatau.com – Pernahkah Anda bertemu dengan spesialis yang menawarkan produk asuransi dengan penarikan investasi? Biasanya mereka menawarkan produk yang dapat memberikan keamanan dan keuntungan dari nilai investasi. Jika sudah, maka Anda sedang ditawari item asuransi unitlink.

Asuransi unit-connected adalah item yang menggabungkan asuransi dan investasi. Jadi uang tunai yang Anda setorkan disimpan oleh organisasi asuransi Anda sebagian untuk jaminan sebagian untuk investasi.

Skemanya berbeda. Bisa jadi pada tahun pertama seluruh simpanan Anda masuk sebagai simpanan jaminan. Semakin Anda menjadi pelanggan, semakin besar bagian yang masuk ke instrumen investasi.

Memang, baru-baru ini produk unit-connected sedang naik daun. Tapi bukan karena nilai investasi yang bijak. Justru karena banyak pelanggan yang merasa tertipu dengan barang yang satu ini.

Menjelang awal tahun 2022, dunia asuransi dihebohkan dengan kabar bahwa 16 nasabah telah berkunjung ke kantor PT Prudential Life Assurance, AIA Financial dan AXA Mandiri. Mereka merasa dirugikan dengan membeli produk asuransi unit-connected dari ketiga perusahaan asuransi tersebut.

Dasar permasalahannya, ahli asuransi memaparkan bahwa barang yang ditawarkan adalah tabungan bonus asuransi. Pakar tidak menyebutkan bahwa item ini adalah asuransi unitlink.

Memang, jika Anda ditawari item asuransi investasi ini, Anda benar-benar ingin lebih memahami risiko dan manfaatnya. Simak pengalaman individu yang telah menjadi nasabah asuransi unit-connected.

Kecewa dengan produk asuransi unit-link

Elisabeth Alethea (27) adalah orang yang selamat dari spesialis asuransi unit-connected. Lebih tepatnya, Thea mengatakan, korban dari asuransi unit-connected ini adalah orang tuanya. Ayah dan ibu Thea menjadi nasabah asuransi unit-connected yang memiliki tempat di sebuah organisasi asuransi besar pada tahun 2012. Total premi yang dibayarkan mencapai Rp 3 juta setiap bulan.

Namun pada tahun 2020, orang tua Thea memilih untuk menutup asuransi tersebut. Hal ini bermula ketika kerabat orang tuanya yang juga nasabah asuransi unit-connected tidak memiliki cukup uang yang dikembalikan dengan nilai yang disetorkan pada awalnya. Akhirnya, orang tua dan Thea bergabung dengan organisasi asuransi lingkungan bertanya kepada organisasi asuransi lingkungan, dan hanya masuk akal bahwa barang asuransi mereka adalah asuransi unit-connected.

“Sekitar waktu itu, dia berpikir bahwa dia akan membayar selama 8 atau 10 tahun. Menjelang akhir periode, tidak akan ada klaim. Setelah itu, dapat dicairkan dan dapat dikembalikan 100 persen, jadi ayah saya selalu mempertimbangkan itu untuk menghemat uang,” masuk akal Thea, Jumat (18/2).

Ketika orang tua Thea menutup kedua rekening asuransinya, cash back hanya sekitar Rp. 70 juta menjadi Rp. 80 juta. Dari nilai awal yang dibayar cukup lama yakni Rp 192 juta. Rekor kedua juga baru dikucurkan sekitar Rp. 30 juta dari total pembayaran senilai Rp. 96 juta.

“Soal pencairannya juga susah, syarat dan ketentuannya banyak. Itu saja, untungnya pencairannya dibantu oleh teman saya yang juga spesialis melalui kantornya di Jakarta,” dia memaklumi.

Ketika dia akan menutup catatan, spesialis asuransi yang telah menawarkannya kepada orang tuanya sejak awal menghilang. Hal ini membuat Thea dan keluarganya benar-benar kecewa. Maka akhirnya Thea mencari bantuan temannya di Jakarta yang mengisi sebagai spesialis asuransi. Untungnya temannya mengklarifikasi kepada Thea sehingga dia bisa menunggu kesempatan yang ideal untuk mencairkan. Mereka menunggu saat IHSG benar-benar berada di titik tertinggi untuk dikucurkan.

Usai menutup rekor tersebut, ayah Thea kembali ditawari spesialis asuransi dengan cara berjualan. Usulan via telepon ini membuat ayah Thea kembali terjerat asuransi dan akhirnya dikenang untuk barang unit-connected. Ayah Thea baru mengakuinya setelah tiga tahun menjadi pelanggan. Untungnya, kali ini uang tunai yang hilang hanya sekitar Rp. 3 juta.

“Kami tidak mengambil langkah yang sah, kami telah menelannya sendiri. Menyerah karena uang juga tidak akan kembali. Barusan orang tua saya memusuhi produk asuransi,” masuk akal Thea.

Thea hanya berharap agen asuransi umumnya tidak mau tutup. Melainkan perlu adanya kesadaran dan tanggung jawab terhadap calon pelanggan yang terjaring. Artinya, agen asuransi harus benar-benar mengajar. Apalagi calon nasabah tidak memiliki akses yang luar biasa untuk mengetahui seluk-beluk produk investasi.

Unit-link dinilai menawarkan keuntungan lebih dari pada asuransi konvensional

Berbeda dengan pengalaman orang tua Thea. Kidung Jagad (27) justru melihat asuransi unit-connected lebih menguntungkan dibanding produk asuransi reguler. Ia memahami bahwa tujuan pertama adalah untuk asuransi sehingga bukan instrumen tabungan. Namun, jika ada risiko mulai sekarang, risiko tersebut dapat ditanggung oleh organisasi asuransi.

“Selain sulit mencari asuransi tradisional, saya juga menemukan bahwa asuransi biasa tidak memiliki manfaat yang lebih baik,” kata Jagad.

Sebelum menjadi pelanggan, Jagad melakukan riset sendiri tentang produk unit-connected. Tak pelak, Jagad juga menemukan agen yang seolah memberikan janji manis. Tapi dia mengerti bukan tipe orang yang suka resiko tinggi. Akhirnya Jagad memilih asuransi unit-connected dengan aset dasarnya adalah produk pasar mata uang.

Setelah berjalan selama kurang lebih empat tahun, Jagad masih melakukan pemantauan melalui agen. Ia memaklumi bahwa hingga saat ini uang tunai masih banyak digunakan untuk biaya akuisisi dan lain-lain, belum ada yang diinvestasikan. “Mungkin akan terlihat nanti di tahun kelima,” tambahnya.

Hal-hal yang harus diperhatikan saat akan menjadi nasabah asuransi unit-link

Setelah menimba ilmu dari dua cerita berbeda tentang produk asuransi unit-connected, alangkah baiknya untuk membiasakan diri dengan sebuah pelajaran. Berikut adalah hal-hal yang dapat Anda fokuskan sebelum menjadi pelanggan atau sebaliknya jika Anda saat ini memiliki produk asuransi unit-connected.

a. Tanamkan kalau tujuan utama asuransi adalah perlindungan

Berangkat dari cara Jagad mencari produk asuransi unit-connected, ia memiliki pola pikir bahwa asuransi adalah instrumen keamanan. Sama halnya dengan memberikan gaji satpam di tempat kerja atau di rumah. Secara konsisten kami akan membayar gaji satpam, apakah rumah aman atau tidak. Tujuannya adalah untuk mencegah kerugian yang diharapkan di kemudian hari.

b. Jangan terlena  janji manis  agen asuransi

Biasanya agen akan memahami skema cadangan investasi item unit-connected dengan kemungkinan paling optimis. Saat bertemu dengan spesialis seperti itu, tanyakan tentang kemungkinan risiko terburuk.

“Produk asuransi unit-connected memang bagus, tapi tolong beri tahu pelanggan dengan jelas tentang keuntungan dan kemungkinan kerugiannya sehingga mereka tidak merasa tertipu,” masuk akal Thea.

Anda juga perlu membaca dengan teliti detail pengaturan yang Anda dapatkan. Cobalah untuk tidak hanya menandatangani. Tanyakan kepada spesialis asuransi apa yang paling tidak Anda ketahui. Organisasi asuransi akan memberikan waktu pandang gratis kepada calon nasabah untuk mempelajari isi strategi. Jika tidak sesuai, calon nasabah dapat membatalkan perjanjian selama jangka waktu tersebut.

c. Kamu bisa melakukan pengawasan pada produk asuransi unit link milikmu

Setelah menjadi pelanggan unit-connect, Thea baru tahu bahwa sebagai pelanggan dia bisa bertanya kepada agen bagaimana toko asuransinya dibuat. Apalagi saat dana sudah mulai mengalir untuk investasi.

“Investasinya harus ditindaklanjuti. Unit bisa dipindah kalau salah satu nilainya jelek, supaya tidak rugi banyak,” dia memaklumi.

Jagad telah melakukan pengawasan ini, sejujurnya. Dia telah melakukan pemantauan normal melalui kantor untuk jangka waktu tertentu. Sehingga saat ini ia mengetahui bahwa masih belum ada dana yang dilingkari sebagai jenis investasi.

d. Perhatikan biaya yang akan kamu bayar saat  menjadi nasabah asuransi unit-link

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja merilis bagian biaya dalam asuransi unit-connected. Biaya-biaya ini sebenarnya tercantum pada ilustrasi dan pada strategi asuransi unit-connected. Berikut rincian biaya yang akan Anda keluarkan:

  • Biaya asuransi: Biaya yang dibebankan kepada nasabah sebagai pertanggungan yang diberikan oleh perusahaan asuransi. Nominalnya bisa beragam, disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, uang pertanggungan dan risiko lainnya
  • Biaya perolehan atas polis (akuisisi): Biaya pemeriksaan kesehatan, pengadaan polis dan pencetakan dokumen, serta remunerasi/komisi bagi karyawan dan agen. Biaya akuisisi ini biasanya dibebankan pada premi dasar di tahun pertama sampai dengan tahun kelima polis.
  • Biaya administrasi polis
  • Biaya pengelolaan dana investasi
  • Biaya pengalihan dana: Dibebanan kepada nasabah jika terjadi pengalihan alokasi dana investasi yang dilakukan oleh pemegang polis
  • Biaya penarikan: Dibebankan kepada nasabah jika melakukan penarikan dana sebagian pada tahun awal kepesertaan.
  • Biaya top-up: Dibebanjkan jika nasabah melakukan pembayaran premi tambahan untuk meningkatkan nilai investasi
  • Biaya penghentian atau penebusan polis: Biaya yang dibebankan jika konsumen menghentikan polis asuransi unit-link sebelum batas waktu yang ditentukan berdasarkan perjanjian dalam polis.

Idealnya dengan pengalaman di atas, Anda bisa lebih berhati-hati dalam memilih produk asuransi. Pada dasarnya Anda bisa mulai memahami risikonya saat menggunakan produk asuransi unit-connected. Item ini masih menjamin jaminan pelanggan. Ini justru yang paling penting, kemampuan assurance.

Saat berinvestasi, pikirkan itu hanya sebagai bonus jika kondisi keuangan bagus dan nilai investasi Anda meningkat. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini, agar semakin banyak orang yang mengetahui tentang produk asuransi unit-connected.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.