Ekspedisi Jalur Lahar Kelud. Bukit-bukit Indah Gunung Kelud

Hai sahabat zota kali ini kita akan melanjutkan perjalanan untuk melakukan penelusuran ke Gunung Kelud melalui jalur laharnya setelah kita menempuh pejalanan selama 30 menit dengan sepeda motor, kita akan berjalan kaki sejauh 20 kilometer.

Dalam perjalanan ini sahabat zota tetap dipandu dengan anggota Explore Kasembon. Perjalan pun dimulai, sahabat zota akan langsung disuguhi pemandangan pegunungan dan persawahan yang ada dekat Dusun Gobet. Sampailah di Bendungan Ceplesi, bendungan ini di resmikan tahun 1980 oleh Ir. Sutami pada zaman kepemimpinan Soeharto yang masih kokoh hingga sekarang dan masih digunakan untuk membantu masyarakat dibidang pertanian serta menyuplai air untuk menggerakan generator ketiga PLTA Mendalan. Jangan lupa untuk mengabadikan lewat foto menggunakan kamera hp atau DSLR karena pemandangan disana benar-benar indah.

Setelah melalui Bendungan Ceplesi kita melanjutkan perjalan menyusuri aliran Sungai Konto yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kediri tepatnya hutan Dusun Besowo yang masih rapat dengan pohon meskipun pada masa kepemimpinan Gus Dur hutan tersebut pernah ditebang habis oleh para pencari kayu yang notabennya dianggap sebagai pencuri kayu oleh negara namun itu dulu sobat, sekarang masyarakat telah paham manfaat reboisasi sehingga hutan tersebut kembali rapat dengan pohon. Lanjut keperjalanannya tadi sobat bertemu dengan Pertigaan Klangon yang merupakan pertemuan arus air sungai dari Kecamatan Ngantang  dan dari aliran lahar Gunung Kelud yang ada di Desa Besowo. Dari sini anggota Explore Kasembon ambil jalur kanan yang menuju ke aliran lahar kelud yang memiliki lebar sungai yang cukup kecil karena dibatasi oleh 2 bukit yaitu Bukit Klangon dan Bukit Hutan Besowo.

Dari situ salah satu anggota Explore Kasembon merasa kedinginan karena keberangkatan ini dilakukan pada musim hujan dan rawan terjadinya banjir lahar dingin gunung kelud. Hal itu yang membuat perjalanan ini menantang, setelah kita sampai dijalur itu ternyata jalur sempit, hanya sekitar 4 meter kearah utara dan ternyata setelah melewati itu kita bertemu dengan para penambang pasir tradisional yang masih menggunakan alat tradisional seperti saringan pasir dan garok (semacam cangkul tapi punya banyak rongga) yang sangat banyak. Sekitar 5 kilometer perjalanan kita disuguhi pemandangan para penambang pasir tradisional dan batas pencarian para penambang pasir ini ialah pohon tumbang yang melintang di sungai. Dan ternyata di balik pohon yang tumbang itu terdapat pemandangan yang sangat bagus sekali karena di salah satu bukit terdapat banyak Bunga Edelweis yang sangat langka. Tapi kami dari Tim Explore Kasembon dan Tim Zonatau sangat berharap para pendaki tidak mengambil atau memetik bunga ini karena terancam punah.

Setelah sobat puas menikmati pemandangan yang ada di jarak 6 kilometer di bawah puncak Kelud, sobat bisa lanjutkan perjalanan untuk menuju ke Bukit Kura-kura yang menjadi tujuan kedua kita sebelum menuju puncak Kelud dan natikan artikel berikutnya mengenai ekspedisi Bukit Kura-kura.

Leave a comment