Ekspedisi G. Kelud Jalur Lahar Dingin!!! 3 Tempat Terdampak Erupsi

Halo sahabat zota! Pernah dengar tentang erupsi Gunung Kelud yang sangat dahsyat pada tahun 2014 silam?

Ya  gunung dengan ketinggian 1.731 mdpl ini meletus pada tahun 2014. Letusan saat itu merupakan letusan yang paling dahsyat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 1990. Letusan ini mengakibatkan ribuan warga harus meninggalkan tempat tinggal dan harta benda lainnya demi untuk menyelamatkan diri dari amukan Gunung Kelud. Namun dibalik bencana itu tesimpan manfaat baik untuk alam maupun untuk manusia itu sendiri.

Kali ini sahabat zota kami ajak untuk menelusuri keindahan Gunung Kelud yang berbatasan langsung dengan 3 Kabupaten yaitu Kab. Malang, Kab. Blitar dan Kab. Kediri. Penelusuran kali ini sahabat zota akan di pandu oleh anggota Explore Kasembon, namun perjalanan ini tidak melalui jalur pendakian maupun jalur wisata melainkan melalui jalur lahar dingin Gunung Kelud.

Penelusuran ini diawali dengan berkumpul di rumah salah satu anggota Explore Kasembon yang berlokasi di Desa Pondok Agung  dan merupakan desa yang paling dekat dengan Gunung Kelud, perjalanan dimulai dengan menggunakan sepeda motor dengan melewati tempat-tempat bersejarah di wilayah Kasembon mulai dari PLTA Siman yang didirikan pada tahun 1930 oleh Belanda dan mulai beroprasi pada tahun 1933 dengan memanfaatkan aliran Sungai Konto.

Berkisar 30 menit dari PLTA Siman terdapat Bunker peninggalan Belanda yang berisikan senjata-senjata peninggalan belanda serta pelumas untuk turbin generator PLTA Mendalan dan sekaligus tempat para pejuang Indonesia menyusun strategi untuk menyerang Belanda di Mendalan, tempat tersebut dinamakan Parasbang, lanjut pada perjalanan berselang 5 menit terdapat PLTA Mendalan yang merupakan salah satu unit pembangkit listrik tenaga air pertama yang dibangun di Malang pada tahun 1927 atau kurang lebih tiga tahun sebelum PLTA Siman berdiri. Didirikan oleh perusahaan listrik Belanda yang bernama NIWEM ( Nederlandsch of Indische Water Kracht Electricitiet Maatscapppy ) dan beroperasi tahun 1932. PLTA ini mempunyai empat unit pembangkit listrik dengan kapasitas 5,6MW.

Di tahun 1947 pada saat agresi militer Belanda 1, PLTA Mendalan juga mengalami serbuan dari pihak Belanda yang ingin menguasai PLTA tersebut. Akibatnya, pertempuran hebat terjadi antara pejuang yang dipimpin oleh Letda Soediarto dan Belanda yang dipimpin oleh Kapten Van De Vries yang menyebabkan PLTA ini rusak. Kemudian, di tahun 1953, beberapa insinyur Belanda kembali ke Indonesia untuk melakukan perbaikan.

Dari perbaikan itu, tiga alat yang mengalami kerusakan diganti dengan alat yang baru. PLTA Mendalan  dibangun kembali dengan daya terpasang 1×5,6 MW dan 3×5,8 MW dengan produksi listrik rata-rata 80.750.000 kwh per tahun. Energi listrik ini disalurkan melalui transmisi 70 KV kearah Mojokerto dan Blimbing (Malang)

Perlu diketahui sahabat zota tiga tempat diatas merupakan tempat yang terdampak erupsi gunung kelud dan mengakibatkan supply listrik di wilayah Malang terhenti selama 3 hari.

Kisah perjalanan tim Explore Kasembon melalui jalur lahar dingin Gunung Kelud masih akan berlanjut. Baca kelanjutannya di Ekspedisi Jalur Lahar Kelud Bukit-bukit Indah Gunung Kelud.

2 tanggapan untuk “Ekspedisi G. Kelud Jalur Lahar Dingin!!! 3 Tempat Terdampak Erupsi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.