Waspadai Konten Plagiasi! Begini Cara Mengeceknya

Suatu artikel yang isi kontennya murni atau original 80% – 100% adalah hasil tulisan/karangan sendiri, akan lebih efektif dideteksi Google dibandingkan dengan konten artikel yang Copas (Copy-Paste) dari website/blog orang lain. Bagaimana cara Google mengidentifikasi bahwa suatu konten adalah plagiasi ? Google mengindeks setiap situs dalam catatan atau basis datanya. Atas dasar kumpulan data ini Google dapat membandingkan semua situs jika situs ini menggunakan konten yang sama dengan situs lain.

Oleh karena itu Google dapat menebak situs web lain memiliki konten duplikat. Dalam beberapa kasus, konten secara sengaja diduplikasi dengan menyertakan satu backlink yang sama pada setiap domain yang berbeda untuk memanipulasi peringkat mesin pencarian atau biasa disebut teknik SEO (Search Engine Optimization). Orang dengan pengetahuan SEO yang minim, disarankan tidak asal mencoba trik-trik SEO di internet secara amatiran.

 

Apa saja sih kerugian jika kita melakukan plagiasi konten ?

Mesin pencarian seperti Google, Yahoo, dll memiliki algoritma pemrograman yang diatur secara komplek. Salah satunya adalah dapat membedakan dan menyeleksi jutaan artikel yang divonis (eaa divonis segala) atau diduga plagiat. Kemungkinan dihitung dengan persentase (%), jika suatu artikel didapati persentase plagiasi kontennya melebihi angka tertentu maka akan dinyatakan konten plagiat.

Ada orang mengigau sambil mengatakan “Lebih baik 1 artikel ori dari pada 100 artikel copas”, ternyata orang tersebut terlalu lelah eeciyaat. Hal tersebut muncul dikarenakan adanya kerugian yang akan diterima bila dalam sebuah website terdapat konten yang plagiat, antara lain :

– Keberadaan website semakin tipis (kayak setan) di halaman mesin pencarian, bahkan bisa jadi website mitos (wkwkwk).

– Dapat warning dari pemilik asli artikel! (diajak berantem). Hehe gak lah, biasanya berupa teguran via email agar kita menghapus artikel tersebut, atau bisa saja pelapor langsung melaporkan pada Google melalui form pelaporan konten plagiat, lebih dari itu kita dapat ditarik ke jalur hukum karena telah mencuri (ikan asin kaya kucing).

– Pidana penjara sesingkat-singkatnya 1 bulan, denda paling minim 1 jeti (penghasilan website gak menolong), atau pidana penjara paling lama 7 tahun, denda maksimal Rp 5 milyar! (Gak jadi bikin website dah).

Bagaimana sih cara agar terhindar dari plagiasi ?

Konten memiliki banyak jenis, tulisan, gambar, video, dll. Semua haruslah bebas dari plagiasi dan copyright/license. Pada tutorial kali ini saya menjelaskan bagaimana cara menghindarkan plagiasi pada konten berjeniskan artikel atau tulisan.

Baca juga : Cara mengambil gambar dari Google tanpa takut melanggar Lisensi.

Ada waktu dirasa kita terlalu malas untuk mengarang atau membuat artikel secara murni 100% atau tanpa copy-paste. Misalnya dengan mengutip atau menyalin konten/informasi dari website lain yang dirasa perlu. Hal ini bisa-bisa saja dilakukan, namun tentu saja ada syarat yang harus dipenuhi yaitu :

– Menyertakan alamat web sumber dimana kita mengutip informasi (backlink). Tentu saja website yang bersangkutan akan menerima keuntungan dalam segi SEO di mesin pencarian (enak banget ya).

– Jika kita merasa enggan memberi keuntungan backlink, mau tidak mau kita wajib mengedit konten seperti menambah, mengurangi, dan mengganti kata pada konten yang kita copas.

Cara mengecek apakah karangan manis kita plagiasi atau tidak.

Panjang lebar mengarang dan menulis artikel, cerita, atau tutorial, ternyata malah kena plagiasi? (malang sekali nasibmu nak).

Tenang mimin akan berikan cara agar kita bisa 99.9% yakin konten kita terhindar dari plagiasi, berikut langkah-langkahnya :

– Langkah 1 : Copy per paragraf atau keseluruhan artikel yang kita buat.

Langkah 1 Mengecek Konten Plagiasi

– Langkah 2 : Masuk ke website https://smallseotools.com/plagiarism-checker/, lalu Paste kan artikel pada kolom checker dan klik tombol Check Plagiarism.

Langkah 2 Mengecek Konten Plagiasi

– Langkah 3 : Cek hasil pada bagian bawah dan pastikan persentase Unique diatas 80%, dan Plagiarism dibawah 20%.

Langkah 3 Mengecek Konten Plagiasi

Catatan : Jika konten kita terdapat plagiasi kita hanya perlu merubah kalimat dengan tanda warna merah pada Result. Contoh lihat pada gambar di bawah :

Langkah 4 Mengecek Konten Plagiasi

Begitulah cara mengecek atau memeriksa apakah artikel yang kita buat bebas dari plagiasi.

Konten di Zonatau.com sangat dikedepankan tidak mengcopas pekerjaan orang lain, mungkin sobat yang sedang iseng mengecek tingkat plagiasi di Zonatau.com akan mengira banyak konten yang copas padahal memang pada setiap artikel kami menguploadnya ulang pada setiap sosial media Zonatau.com, so sudah pasti tidak 100% original jika dicek menggunakan mesin. ^_^

Seorang content creator hendaknya sangat berhati-hati dengan apa yang dibuat atau tulis, sehingga dapat menjadikan suatu konten menjadi informatif dan menarik serta tetap menjaga kemurnian dari konten itu sendiri (Sekian dan terima kasih).

Author R

Terima kasih sudah berkunjung di Zonatau.com Follow juga Instagram dan Twitter Zonatau.

Leave a comment